“Chatting dengan TUHAN”-10

TUHAN : Kamu memanggilKu?
AKU     : Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?
TUHAN : Ini TUHAN, Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.
AKU     : Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi 
             sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.
TUHAN : Sibuk? sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.
AKU     : Nggak tau deh. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi 
             seperti diburu-buru. Setiap waktuku telah menjadi waktu sibuk.
TUHAN : Benar, itu benar, Aktivitas memang memberimu kesibukan. Tapi produktivitas 
             memberimu hasil. Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.
AKU     : Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya. Sebenarnya, saya 
             tidak mengharapkan TUHAN mengajakku chatting seperti ini.
TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa 
             petunjuk. Di era Internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman 
             untukmu daripada mimpi misalnya.
AKU     : OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?
TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisalah yang membuatnya jadi 
             rumit.
AKU     : Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?
TUHAN : Hari Ini adalah Hari Esok yang kamu khawatirkan Kemarin. Kamu merasa khawatir 
             karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena 
             kebiasaan itulah kamu tidak pernah merasa senang.
AKU     : Tapi bagaimana mungkin Kita tidak khawatir jika ada begitu banyak 
             Ketidakpastian.
TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi “Kekhawatiran adalah Sebuah 
             Pilihan”.
AKU     : Tapi begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa sakit tidak bisa dihindari, Tetapi “Penderitaan adalah Sebuah Pilihan”.
AKU     : Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?
TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. 
             Orang baik tidak dapat melewati rintangan tanpa menderita. Dengan pengalaman 
             pahit itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.
AKU     : Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?
TUHAN : YA! Dari segala sisi, pengalaman pahit memang guru yang keras. Pengalaman 
             memberi ujian dulu, baru pemahamannya.
AKU     : Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu?? Mengapa kami tidak dapat 
             hidup bebas dari masalah?!
TUHAN : Masalah adalah rintangan yang Kuberi untuk meningkatkan kekuatan mental 
             manusia. Kekuatan dari dalam diri manusia bisa keluar melalui perjuangan dan 
             rintangan, bukan dari berleha-leha.
AKU      : Sejujurnya…, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus 
             melangkah…
TUHAN : Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. 
             Lihatlah ke dalam. Melihat ke luar, kamu Bermimpi. Melihat ke dalam, kamu 
             Terjaga. “Mata memang memberimu penglihatan. Tapi Hati yang sebenarnya 
             memberimu arah”.
AKU     : Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya 
             lakukan?
TUHAN : “Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain”. Tapi “Kepuasan adalah 
             ukuran yang dibuat olehmu sendiri”. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa 
             lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah 
             dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.
AKU     : Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?
TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh kamu berjalan, daripada masih berapa jauh 
             kamu harus berjalan. Selalu “hitung yang harus kamu syukuri”, “jangan hitung apa 
             yang tidak kamu peroleh”.
AKU     : Apa yang menarik dari manusia?
TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya “Mengapa harus aku yang menderita?”. Jika 
             mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya “Mengapa harus aku yang 
             bahagia?”
AKU     : Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?
TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. 
             Berhentilah mencari mengapa kamu ada di sini. Ciptakan tujuan itu, Hidup 
             bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.
AKU     : Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?
TUHAN : “Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan”. “Peganglah hari ini dengan 
             keyakinan”. “Siapkan masa depan tanpa rasa takut”.
AKU     : Pertanyaan terakhir, TUHAN…. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.
TUHAN : “Tidak Ada DOA yang tidak dijawab”. Seringkali jawaban doa kalian adalah 
             TIDAK. Karena “AKU selalu memberi apa yang manusia butuhkan, bukan yang 
             manusia inginkan”. AKU lebih tahu yang terbaik untuk manusia daripada manusia 
             itu sendiri.
AKU     : Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.
TUHAN : Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup bukanlah sebuah masalah, 
             tapi hidup adalah misteri untuk dipecahkan. Percayalah padaKu. “Hidup itu indah 
             jika kamu tahu cara untuk hidup”.